Suku Naju’u Hibahkan Lahan 1 Hektar untuk Bangun SMA Kristen di Pelosok

Di tengah gurun panjang dan datar di Sabu Raijua, sebuah pulau kecil di Nusa Tenggara Timur yang dikenal akan kekeringannya, terdapat sebuah desa yang bernama Labodei.

Desa ini menjadi tempat tinggal bagi Suku Naju’u, sebuah komunitas yang telah lama menetap di sana, menjaga tradisi dan kearifan lokal mereka dengan cermat.

Tak jauh dari kehidupan sederhana mereka, terbersit sebuah keputusan besar yang tak hanya akan mengubah kehidupan mereka, tetapi juga akan membuka pintu bagi generasi penerus untuk memiliki akses pendidikan yang lebih baik.

Suku Naju’u, dengan kepala suku mereka, Banga Ropa, telah mengambil langkah besar dengan menghibahkan lahan seluas 1 hektar atau 10.400 meter persegi kepada Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.

Keputusan ini, yang diresmikan secara simbolis dalam sebuah acara di Kantor Pusat Kementerian Agama di Jalan Thamrin, Jakarta, merupakan titik balik signifikan dalam perjalanan pendidikan di Sabu Timur.

Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung menerima hibah tersebut dengan penuh apresiasi, sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas turut menyaksikan momen bersejarah ini.

Dalam pidatonya, Menteri Agama menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Suku Naju’u atas kebaikan dan kepedulian mereka terhadap pendidikan di daerah mereka.

Beliau menyatakan harapannya bahwa hibah ini akan menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas.

Baca Juga:  Unik! Gereja di Jerman Gelar Ibadah Bertema Taylor Swift

Kepala Kemenag Kabupaten Sabu Raijua, Alexander, juga memberikan pandangannya tentang pentingnya pembangunan SMA Kristen di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa keberadaan sekolah menengah ini sangat diharapkan oleh masyarakat, mengingat akses terhadap pendidikan tingkat menengah masih sangat terbatas. Di Sabu Timur, satu kecamatan hanya memiliki satu SMA, dan jarak tempuh bisa mencapai 15 kilometer.

Alexander menjelaskan dengan adanya SMA Kristen ini, ia berharap dapat menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan pendidikan tinggi di daerah ini.

Pembangunan sudah dimulai dengan dibangunnya dua ruang kelas sementara, yang didanai oleh Ditjen Bimas Kristen, di lokasi yang merupakan bagian paling selatan dari Indonesia dan termasuk dalam kategori daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Saat ini, sekolah tersebut sudah mampu menampung 70 murid.

Pihak Suku Naju’u, yang menjadi pemberi hibah, juga memberikan pandangan mereka tentang pentingnya pendidikan di Sabu Timur.

Kepala Suku, Bunga Ropa, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menghibahkan tanah mereka bukanlah sesuatu yang spontan, tetapi telah dipertimbangkan dengan matang.

Bunga Ropa menjelaskan banyak anak-anak di kecamatan tersebut yang putus sekolah setelah menyelesaikan pendidikan dasar. Sehingga pihaknya ingin mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bunga Ropa juga menekankan bahwa keberadaan sekolah menengah ini merupakan impian lama bagi masyarakat Sabu Timur.

Baca Juga:  Ini Dia Jadwal Libur Kenaikan Yesus Kristus 2024 Resmi dari Pemerintah

Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua dalam mewujudkan impian tersebut.

Tidak hanya memberikan satu hibah, Bunga Ropa juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan lebih lanjut apabila Kementerian Agama membutuhkan lahan tambahan untuk pembangunan asrama atau perguruan tinggi negeri di masa mendatang.

Bobby Oktavianus, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama NTT, juga memberikan informasi mengenai situasi pendidikan keagamaan Kristen di wilayah tersebut. Saat ini, terdapat empat sekolah keagamaan Kristen yang sedang menunggu status pengakuan dari pemerintah.

Dengan adanya hibah ini, harapan akan terbentuknya SMA Kristen di Sabu Timur semakin mendekati kenyataan.

Langkah besar Suku Naju’u menjadi bukti nyata bahwa kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam bidang pendidikan.

Semoga pembangunan SMA Kristen ini akan membuka pintu bagi generasi muda Sabu Timur untuk memiliki masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan.

Tinggalkan komentar