Krisdayanti Ungkap Alasan Bangun Gereja di Tanah Kelahirannya Malang

Artis senior Indonesia, Krisdayanti, baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya membangun gereja di tanah kelahirannya, Malang.

Keputusan ini bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari pertemuan dan percakapan mendalam dengan seorang pendeta setempat sekitar setahun yang lalu.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Krisdayanti menceritakan kisahnya yang penuh inspirasi dan menunjukkan kepeduliannya terhadap komunitas lokal, meskipun berbeda keyakinan.

Krisdayanti, yang dikenal luas sebagai seorang penyanyi dan politisi, bertemu dengan seorang pendeta di Malang yang menyampaikan kondisi gereja yang memprihatinkan.

Pendeta tersebut mengungkapkan bahwa gereja yang ada sudah tidak memadai untuk menampung jemaat yang semakin bertambah.

Meski demikian, gereja ini tetap menjadi tempat ibadah utama bagi mayoritas penduduk desa yang beragama Kristen, mengingat tidak ada gereja lain di wilayah tersebut.

Mendengar curahan hati pendeta tersebut, Krisdayanti merasa tergerak untuk membantu. Ia menyadari betapa pentingnya peran gereja bagi komunitas Kristen di desa itu.

Dalam keterangannya, Krisdayanti menjelaskan bahwa sekitar 900 orang di desa tersebut beragama Kristen, dan memiliki tempat ibadah yang layak adalah kebutuhan mendesak bagi mereka.

Sosok Krisdayanti memberi kita pelajaran, sebagai seorang manusia, terlepas dari apapun agama kita, kita harus saling membantu. Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Untuk merealisasikan niat baiknya, Krisdayanti tidak hanya melakukan renovasi pada gereja yang ada, tetapi juga membangun balai latihan kerja di kompleks gereja tersebut.

Baca Juga:  Pj Bupati Morotai Resmikan Rumah Pastori Gereja GMIH Mesbah

Balai latihan kerja ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, memberikan mereka keterampilan yang bisa digunakan untuk meningkatkan taraf hidup.

Selain itu, Krisdayanti juga menyumbangkan berbagai alat musik yang bisa digunakan untuk keperluan ibadah. Ia berharap dengan adanya alat musik tersebut, kegiatan ibadah bisa menjadi lebih khidmat dan semarak.

Sumbangan ini mencakup berbagai jenis alat musik, mulai dari keyboard hingga gitar, yang semuanya bisa digunakan oleh jemaat untuk menyanyikan lagu-lagu rohani.

Langkah mulia Krisdayanti ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak mengenal batas agama atau keyakinan. Meski ia sendiri beragama Islam, Krisdayanti tetap menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama manusia, tanpa memandang perbedaan.

Istri dari Raul Lemos tersebut pun berharap apa yang telah ia lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kita bisa ambil pelajaran bahwa tindakan kecil yang kita lakukan bisa memberikan dampak besar bagi orang lain. Krisdayanti pun berharap apa yang dia lakukan ini bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk saling membantu.

Krisdayanti juga menekankan bahwa kebahagiaan sejati datang dari membantu orang lain. Orang atau pihak yang dibantu pasti akan merasa bahagia sekaligus mendoakan kebaikan bagi yang membantunya.

Ia berharap langkahnya ini bisa diikuti oleh siapa saja yang memiliki rezeki berlebih. Membantu sesama, menurut Krisdayanti, adalah hal yang membahagiakan dan membawa keberkahan.

Baca Juga:  Bahagianya Istri Gus Dur Saat Bukber di Gereja

Tindakan Krisdayanti ini telah mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Banyak yang menganggap bahwa langkah yang diambilnya adalah bentuk nyata dari toleransi dan kebersamaan di tengah perbedaan.

Bahkan, masyarakat setempat sangat bersyukur dan merasa terharu atas bantuan yang diberikan oleh Krisdayanti. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai, meskipun berbeda keyakinan.

Dengan adanya gereja yang baru dan balai latihan kerja, diharapkan kehidupan masyarakat di desa tersebut bisa lebih baik. Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi seluruh warga.

Krisdayanti mengakhiri keterangannya dengan harapan agar langkahnya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Ia menekankan bahwa membantu sesama adalah tugas kita sebagai manusia, dan setiap orang bisa berkontribusi dalam kebaikan dengan cara mereka masing-masing.

Tinggalkan komentar