Jelang Pentasbihan Uskup Agung Kupang, Polisi Lakukan Sterilisasi Gereja

Pentasbihan Uskup Agung Kupang yang dijadwalkan akan dilangsungkan dalam beberapa waktu ke depan telah menarik perhatian banyak pihak.

Namun, jelang acara yang bersejarah ini, langkah-langkah keamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat juga menjadi sorotan.

Sterilisasi gereja dan tempat menginap tamu VIP dan VVIP yang akan menghadiri acara tersebut menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keamanan.

Dalam sebuah keterangan resmi, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan bahwa langkah sterilisasi ini diambil untuk memberikan rasa aman serta memastikan keamanan jelang perayaan pentahbisan Uskup Agung Kupang yang akan menggantikan Uskup Agung Kupang sebelumnya, Mgr. Petrus Turang.

Dengan menggandeng Satuan Brimob Polda NTT, sterilisasi dilakukan tidak hanya di area dekat lokasi acara, tetapi juga di bandara, hotel, gereja, dan lokasi strategis lainnya di Kota Kupang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat keamanan secara keseluruhan.

Menurut Ariasandy, tim yang bertanggung jawab atas sterilisasi dipimpin oleh IPDA I Gusti Bagus Dirga Putra, yang didukung oleh berbagai peralatan dan personel pendukung.

Selain itu, Karoops Polda NTT, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima, bersama Kabagdalops, AKBP FX. Irwanto Arianto, memastikan kesiapan pengamanan di gereja ST. Yoseph Kota Kupang, tempat di mana acara pentahbisan akan berlangsung.

Dalam konteks ini, Deonijiu De Fatima menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan yang diambil merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pentahbisan Uskup Agung Kupang serta menjaga keamanan seluruh hadirin dan umat gereja.

Baca Juga:  Di Lubang Tambang Freeport, Ada Gereja dan Masjid Berdiri Berdampingan

Dengan demikian, Polri, khususnya Polda NTT, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara pentahbisan yang begitu berarti bagi umat Katolik di Kota Kupang.

Jumlah personel gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan kegiatan tersebut juga tidak main-main. Secara keseluruhan, terdapat 608 personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan.

Dari jumlah tersebut, Polda NTT menyumbangkan 336 personel, sementara Polresta Kupang Kota menyumbangkan 206 personel, dan sisanya berasal dari Polres Kupang.

Ariasandy juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga keamanan, baik menjelang acara pentahbisan maupun saat acara berlangsung. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua pihak yang terlibat.

Namun, sementara langkah-langkah keamanan ini diambil untuk menjaga ketertiban dan keamanan, beberapa pihak mungkin juga menyuarakan keprihatinan terkait dengan potensi dampaknya terhadap kebebasan beribadah dan hak asasi manusia.

Meskipun demikian, Polri menekankan bahwa langkah-langkah keamanan ini diperlukan untuk mencegah gangguan dan memastikan acara berlangsung dengan lancar serta aman bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan demikian, jelang pentahbisan Uskup Agung Kupang, langkah-langkah keamanan yang diterapkan oleh aparat kepolisian setempat menjadi sorotan utama.

Meskipun kontroversial bagi beberapa pihak, langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban dan keamanan dalam acara bersejarah bagi umat Katolik di Kota Kupang.

Tinggalkan komentar