Irak Bangun Gereja Megah di Ur Kuno

Irak telah menyelesaikan pembangunan gereja baru yang megah di dekat kota kuno Ur, langkah yang diharapkan dapat menarik kembali peziarah Kristen ke negara yang juga merupakan salah satu rumah komunitas umat Kristen tertua di dunia.

Gereja yang baru dibangun ini menjadi bagian dari kompleks yang menjulang di dataran gurun, berada di bawah bayangan Ziggurat Ur yang berbentuk seperti piramida. Kota kuno Ur ini telah menjadi tempat kunjungan penting, bahkan Paus Fransiskus pernah mengunjunginya beberapa tahun lalu.

Pembangunan gereja ini telah rampung, dengan lonceng yang telah dipasang di menaranya, berkumandang dengan nyaring. Lonceng tersebut terbuat dari batu bata lumpur tradisional Irak, berwarna kekuningan, besar, dan megah, menambah keindahan gereja yang baru.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak pada tahun 2021 telah menjadi titik balik penting. Pada kunjungannya itu, beliau melaksanakan doa antaragama di sebuah situs di Ur yang diyakini sebagai rumah Abraham.

Momen tersebut menjadi harapan bagi umat Kristen, terutama di Irak yang jumlahnya semakin sedikit dari sebelumnya yang mencapai 1,5 juta jiwa.

Dengan pembangunan gereja baru ini, Irak berharap dapat membangkitkan kembali semangat umat Kristen dan menarik minat peziarah untuk datang ke negara tersebut.

Gereja yang baru ini juga diharapkan menjadi salah satu destinasi ziarah bagi umat Kristen yang ingin mengunjungi rumah Abraham serta menikmati keindahan kota kuno Ur.

Para peziarah Kristen yang penasaran dengan gereja baru ini sekaligus memiliki kesempatan untuk mengunjungi situs-situs bersejarah dan melaksanakan ibadah di tempat-tempat suci yang ada di Irak.

Hal ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman spiritual mereka dan mempererat ikatan antara umat Kristen di berbagai belahan dunia.

Peran gereja dalam memperkokoh komunitas umat Kristen di Irak menjadi sangat penting mengingat situasi politik dan sosial yang seringkali tidak stabil di negara tersebut.

Pembangunan gereja baru ini juga dapat menjadi simbol keberagaman agama yang ada di Irak serta mengirimkan pesan perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Selain itu, pembangunan gereja ini juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dengan meningkatkan pariwisata religius di kawasan tersebut.

Hal ini dapat membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk terlibat dalam sektor pariwisata dan memperoleh pendapatan tambahan.

Dengan adanya gereja baru yang megah ini, Irak berharap dapat menunjukkan kepada dunia bahwa negara ini adalah tempat yang aman dan ramah bagi umat beragama, serta mengundang dunia untuk datang dan melihat kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Irak.

Ketua Dewan Gereja Kristen di Irak menyambut baik pembangunan gereja baru ini dan menyatakan harapannya bahwa hal ini dapat menjadi awal dari era baru bagi umat Kristen di Irak.

Ia juga mengundang umat Kristen dari seluruh dunia untuk datang dan merayakan iman mereka bersama-sama di gereja yang baru ini.

Secara keseluruhan, pembangunan gereja baru yang megah di dekat kota kuno Ur merupakan langkah yang penting bagi Irak dalam membangun kembali komunitas umat Kristen serta mempromosikan pariwisata religius di negara tersebut.

Diharapkan, hal ini juga dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam memperkuat keragaman agama dan membangun perdamaian antar umat beragama.

Tinggalkan komentar