Bersama Kemenag, Anak Sekolah Minggu Baca Alkitab

Pada suatu Minggu yang cerah, di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup, Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Minarmin Telaumbanua, S.Th memberikan pembinaan rohani kepada anak-anak Sekolah Minggu.

Suasana penuh keceriaan dan semangat terpancar dari wajah-wajah muda itu. Keberadaan Minarmin Telaumbanua di tengah mereka menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan rohaniah anak-anak tersebut.

Dalam pembinaan yang penuh kehangatan itu, Minarmin Telaumbanua memilih untuk menyampaikan sebuah kisah inspiratif yang tak lekang oleh waktu, yaitu kisah tentang Mary Jones, seorang gadis muda dari Wales yang memiliki tekad dan cita-cita untuk memiliki Alkitab.

Kisah Mary Jones

Kisah ini memberikan inspirasi tentang ketekunan dan kegigihan dalam mencari dan memperoleh firman Tuhan. Mary Jones, pada masanya, hidup dalam keluarga yang miskin dan tanpa akses pendidikan formal.

Namun, hal tersebut tidak menghalangi tekadnya untuk mencari pengetahuan tentang Tuhan. Di Wales pada masa itu, memiliki Alkitab bukanlah perkara mudah, karena hanya orang-orang kaya yang mampu membelinya. Mary, dengan tekadnya yang bulat, memutuskan untuk mengumpulkan uang sendiri untuk memiliki Alkitab.

Upaya Mary dalam mengumpulkan uang untuk membeli Alkitab patut diacungi jempol. Gadis muda ini bekerja keras sebagai pembantu rumah tangga dan menjahit, mencari setiap peluang untuk mengumpulkan uang demi cita-citanya memiliki firman Tuhan.

Bertahun-tahun berlalu, dan akhirnya, usaha keras Mary membuahkan hasil. Dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli Alkitab impian itu.

Kisah Mary Jones menjadi pembelajaran berharga bagi anak-anak Sekolah Minggu di GKII Curup. Mereka tidak hanya mendengarkan kisah inspiratif, tetapi juga diajak untuk merenung tentang ketekunan, kerja keras, dan keberanian dalam mencari Tuhan.

“Pesan kisah Mary Jones adalah untuk tetap selalu tekun dan bersukacita dalam membaca Alkitab. Alkitab adalah firman Tuhan yang menjadi pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita,” Ungkap Minarmin seperti dikutip dari situs Kemenag Bengkulu.

Pembinaan rohani ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk bertanya dan berdiskusi dengan Minarmin Telaumbanua, yang dengan sabar menjawab setiap pertanyaan mereka.

Sejalan dengan kisah Mary Jones, anak-anak Sekolah Minggu juga diajak untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan Kristen. Kegigihan Mary dalam mencari Alkitab dapat diartikan sebagai simbol ketekunan dalam memahami firman Tuhan.

Kesabaran dan kerja keras yang ditunjukkan Mary dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita rohani mereka, meskipun mungkin dihadapkan pada berbagai kesulitan.

“Melalui Kisah ini Minarmin juga mengajarkan kepada anak-anak Sekolah Minggu tentang pentingnya membaca Alkitab secara rutin. Ia menjelaskan bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran dan petunjuk hidup bagi orang percaya,” tutupnya.

Pembinaan rohani yang diadakan di GKII Curup tersebut menciptakan iklim yang hangat dan mendalam dalam mendekatkan anak-anak Sekolah Minggu dengan Tuhan. Melalui diskusi dan tanya jawab yang aktif, Minarmin Telaumbanua berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan penuh makna.

Hal ini menjadi wujud konkret dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong dalam memberikan pembinaan rohani yang mendalam kepada generasi muda. Dengan berakhirnya pembinaan rohani, anak-anak Sekolah Minggu meninggalkan GKII Curup dengan hati yang penuh semangat dan pengetahuan baru tentang tekad serta ketekunan dalam mencari Tuhan.

Kisah Mary Jones memberikan inspirasi yang tak terlupakan, memberikan warna tersendiri dalam perjalanan rohaniah mereka. Sebuah momen yang tak hanya menjadi pembelajaran, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk terus berjuang mencari dan memahami firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tinggalkan komentar